Iklan
Iklan

Jawaban:

Hukum bacaan Ra terbagi dalam tiga macam yaitu, Tafkhim, Tarqiq, dan Jawazul Wajhain. Tafkhim yaitu hukum membaca huruf Ra (ر) dengan mengucapkan secara tebal sampai memenuhi mulut ketika mengucapkannya. b. Ra ( ر ) sukun atau sukun karena waqaf, yang huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah.

Penjelasan: semoga membantu, jadikan jawaban terbaik

Iklan
Iklan

\huge \boxed{Soal}

Huruf ra mempunyai 3 hukum bacaan, yaitu....

\huge \boxed{Jawaban}

  1. Tafkhim,
  2. Tarqiq,
  3. Jawazul Wajhain.

\huge \boxed{Pendalaman}

 \colorbox{gray}{Hukum Bacaan Ra}

Tafkhim

Secara bahasa, tafkhim atau mufakhkhamah artinya tebal. Jadi, ra tafkhim adalah huruf ra yang dibaca tebal. Cara membacanya, kedua bibir menjorok ke depan. Diantara huruf ra yang dibaca tafkhim atau tebal apabila memenuhi syarat-syarat berikut

1. Ra berharakat fathah.

2. Ra berharakat dammah.

3. Ra berharakat sukun atau mati yang didahului huruf berharakat fathah.

4. Ra berharakat sukun atau mati yang didahului huruf berharakat dammah.

5. Ra berharakat sukun atau mati yang didahului hamzah wasal meskipun harakatnya kasrah.

6. Ra berharakat sukun atau mati yang didahului huruf yang berharakat kasrah dan sesudah huruf ra adalah huruf isti'la yang berharakat selain kasrah.

Tarqiq

Secara bahasa, tarqiq atau muraqqaqah artinya tipis. Ra tarqiq adalah huruf ra yang dibaca tipis. Ra dibaca tipis apabila memenuhi syarat sebagai berikut.

1. Ra berharakat kasrah.

2. Ra yang didahului oleh ya sukun.

3. Ra sukun yang didahului oleh huruf berharakat kasrah dan huruf sesudahnya bukan huruf isti'la.

Jawazul Wajhain

Selain ra yang harus dibaca dengan tafkhim dan tarqiq ada juga ra yang boleh dibaca dengan tafkhim atau tarqiq (boleh dengan dua cara). Hukum bacaan ini disebut jawazul wajhain. Bacaan jawazul wajhain terjadi apabila ra sukun didahului oleh huruf berharakat kasrah dan sesudahnya terdapat salah satu huruf isti'la yang berharakat kasrah.

_

_

★.•★•Semoga Membantu•★•.★

★.•★•By Elyy01•★•.★

Iklan
Iklan